KPK Bantah Vonis PK Umar Samiun Bebas

publicanews - berita politik & hukummantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Salinan putusan pengajuan kembali (PK) yang diajukan mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun dari Mahkamah Agung belum diterima KPK.

"Mungkin sedang dalam proses. Tapi, KPK sudah koordinasi dengan pihak Humas MA," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (13/12).

Febri juga meluruskan soal kabar yang menyebut dalam PK tersebut, Umar Samiun dinyatakan bebas. Menurut Febri hakim tetap memutuskan bahwa terdakwa melakukan korupsi dengan melanggar pasal Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor.

"Jadi, Informasi yang seolah-olah mengatakan putusan PK di MA terhadap terdakwa Umar Samiun adalah vonis bebas tidak benar," ujar Febri.

Dalam sidang PK yang telah digelar pada Kamis (12/12) dipimpin oleh Majelis Hakim Suhadi, hukuman Umar dikurangi menjadi 3 tahun penjara. Sebelumnya pada Pengadilan Tipikor, Umar divonis selama 3 tahun 9 bulan dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Umar sebelumnya didakwa melakukan penyuapan terhadap Hakim Konstitusi Akil Muchtar dalam sengketa pilkada Kabupaten Buton di Mahkamah Konstitusi pada 2011.

Ia ditangkap KPK pada Feberuari 2017 lalu. Ia didakwa telah menyuap untuk memengaruhi putusan akhir perkara MK Nomor: 91-92/PHPU.D-IX/2011 tanggal 24 Juli 2012 tentang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Buton Tahun 2011.

Pada Agustus 2011, Samsu yang berpasangan dengan La Bakry dinyatakan kalah melawan pasangan Agus Feisal Hidayat dan Yaudu Salam Adjo. Mereka mengajukan gugatan ke MK yang dalam putusan sela memerintahkan pemungutan suara ulang.

Dalam pemungutan suara ulang pasangan Samsu mendapat perolehan suara sah terbanyak. Namun dibalik proses pemutusan sela itu ada upaya suap yang dilakukan kubu Samsu.

Pada Juli 2012, pengacaranya Arbab Paproeka menyampaikan perihal permintaan uang dari Akil untuk memuluskan putusan akhir gugatan di MK. Semula diminta uang Rp 6 miliar, namun Samsu hanya menyanggupi sebesar Rp 1 miliar. (Han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top