MA Kabulkan PK Penyuap Akil Muchtar Jadi 3 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumSamsu Umar Abdul Samiun saat sidang 2017 lalu (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hukuman terpidana Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun dikurangi menjadi 3 tahun penjara. Hal ini lantaran Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan penyuap mantan Hakim Konstitusi Akil Muchtar itu.

"Pidana turun dari penjara selama 3 tahun 9 bulan menjadi penjara 3 tahun," kata Jubir MA, Andi Samsan Nganro dikonfirmasi awak media, Jumat (13/12).

Samsu Umar mengajukan permohonan PK dalam kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Buton di Mahkamah Konstitusi pada 2011. Saat sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 11 April 2019, Umar mengajukan PK karena memiliki bukti baru dan adanya kekeliruan hakim.

Ia ditangkap KPK pada Feberuari 2017 lalu. Samsu didakwa telah menyuap untuk memengaruhi putusan akhir perkara MK Nomor: 91-92/PHPU.D-IX/2011 tanggal 24 Juli 2012 tentang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Buton Tahun 2011.

Pada Agustus 2011, Samsu yang berpasangan dengan La Bakry dinyatakan kalah melawan pasangan Agus Feisal Hidayat dan Yaudu Salam Adjo. Mereka mengajukan gugatan ke MK yang dalam putusan sela memerintahkan pemungutan suara ulang.

Dalam pemungutan suara ulang pasangan Samsu mendapat perolehan suara sah terbanyak. Namun di balik proses pemutusan sela itu ada upaya suap yang dilakukan kubu Samsu.

Pada Juli 2012, pengacaranya Arbab Paproeka menyampaikan perihal permintaan uang dari Akil untuk memuluskan putusan akhir gugatan di MK. Semula diminta uang Rp 6 miliar, namun Samsu hanya menyanggupi sebesar Rp 1 miliar. (Han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top