Tolak Diambil Sampel Suara, Bartolomeus Toto Dianggap Tak Kooperatif

publicanews - berita politik & hukumBartolomeus Toto usai diperiksa KPK tadi malam. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartolomeus Toto menolak ketika hendak diambil sampel suaranya. Kamis (12/12) penyidik melakukan pemeriksaan Toto dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus suap proyek perizinan Meikarta.

"Penyidik awalnya akan mengambil sampel suara, namun BTO menolak dan kemudian hal tersebut dituangkan dalam berita acara penolakan," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (12/12).

Menurut Febri pengambilan sampel suara diperlukan untuk kebutuhan proses pembuktian.

"Untuk melihat misalnya seidentik apa suara yang kami terima, yang kami miliki dari bukti-bukti rekaman pembicaraan misalnya atau hal-hal lain dalam perkara ini," ujar Febri.

Untuk itu Febri menyayangkan sikap Toto karena menolak pengambilan sampel suara ini. Menurut Febri, Toto semestinya bersikap kooperatif dalam proses hukum ini.

Selain itu Febri menambahkan pemeriksaan terhadap Toto, penyidik KPK mendalami soal pertemuan antara petinggi Lippo Group James Tjahaja Riady dengan eks Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

"KPK mendalami pengetahuan BTO tentang pertemuan James Riady di rumah Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin dan menanyakan apakah ada pembicaraan tentang perizinan Meikarta," kata Febri.

Sebelumnya KPK juga pernah memeriksa James pada 30 Oktober 2018. Saat itu usai diperiksa, James mengaku dicecar sekitar 59 pertanyaan. Salah satunya terkait dengan pertemuannya dengan Bupati Neneng Hasanah Yasin.

James mengakui pernah bertemu Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Saat itu Neneng usai melahirkan, sekitar akhir 2017 lalu.

"‎Benar saya ada bertemu sekali dengan ibu bupati, yaitu saat beliau baru saja melahirkan. Kebetulan saya berada di Lippo Cikarang, diberitahu bahwa beliau baru melahirkan. Saya pertama kali baru mengetahui bupatinya itu adalah seorang wanita," kata James.

James mengatakan ia diajak mampir menemui Bupati Neneng. "Saya mampir ke rumah beliau mengucapkan selamat," ujarnya, tanpa menyebut siapa yang mengajaknya mampir ke rumah Neneng.

Ia menyatakan dalam pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan membahas izin proyek Meikarta. "Tidak ada pembicaraan lain. Tidak ada pembicaraan izin, tidak ada pembicaraan mengenai bisnis atau apa dengan beliau," ujar James. (Han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top