Mangkir, James Riady Terancam Dipanggil Paksa

publicanews - berita politik & hukumJames Riady menunggu diperiksa penyidik KPK pada 30 Oktober 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - CEO Lippo Group James Riady mengkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedianya James Riady akan diperiksa untuk tersangka mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta. 

"Saksi James Tjahaja Riady, swasta yang diagendakan diperiksa untuk tersangka BTO (Bartholomeus Toto) hari ini tidak hadir," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/12). 

Febri mengatakan KPK tidak menerima pemberitahuan alasan ketidakhadiran anak taipan Mochtar Riady itu. Untuk itu, ujar Febri penyidik akan melakukan pemanggilan ulang.

"Jika tidak hadir tanpa alasan yang patut maka tentu sesuai hukum acara dapat dilakukan pemanggilan kembali atau permintaan bantuan pada petugas untuk menghadirkan," ujar Febri. 

Dalam kasus ini KPK menduga Toto menyetujui pemberian suap kepada Bupati Bekasi (saat itu) Neneng Hasanah Yasin untuk membereskan perizinan Meikarta. Menurut KPK, total uang suap adalah Rp 10,5 miliar yang diserahkan di helipad PT Lippo Cikarang.

Sedangkan Iwa Karniwa diduga menerima Rp 900 juta dari Kabid Tata Ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili. Uang tersebut berasal dari PT Lippo Cikarang.

Soal suap Rp 10,5 miliar untuk Neneng Hasanah, Bartholomeus pernah membantah seusai pemeriksaan pada 8 Agustus 2019. Saat menjadi saksi dalam sidang Billy Sindoro di Pengadilan Tipikor Bandung, Toto juga menyangggah. (han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top