Suap Impor Ikan

Direktur Operasional Perindo Arief Goentoro Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim penyidik KPK memanggil Direktur Operasional Perum Perusahaan Perikanan (Perindo) Arief Goentoro, Selasa (11/12). Ia dimintai keterangan sebagai saksi Direktur Utama Perido Risyanto Suanda (RSU), tersangka kasus dugaan suap kuota impor ikan.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RSU," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (11/12).

KPK menduga Risyanto menerima suap dari Mustofa sebesar 30 ribu dolar AS, sekitar Rp 420 juta dengan kurs hari ini, terkait kuota impor ikan Frozen Pacific Mackarel atau salem beku yang diimpor PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) dari Tiongkok.

Risyanto membantu NAS mendapatkan kuota impor 250 ton. Ia juga menawarkan kuota impor ikan tambahan 500 ton kepada NAS untuk bulan Oktober 2019, yang kemudian disanggupi Mujib.

Total pada 2019 ini NAS mendapat jatah impor 750 ton ikan salem. Padahal, NAS masuk daftar hitam karena mengimpor melebihi kuota. KPK menyita uang 30 ribu dolar AS yang diduga merupakan uang suap.

Atas perbuatannya Risyanto Suanda disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top