Mafia Migas

Lagi, KPK Panggil eks Petinggi Pertamina

publicanews - berita politik & hukumMantan Dirut PES dan Petral Bambang Irianto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Satu persatu petinggi PT Pertamina Energy Sevices (PES) dipanggil KPK sejak awal pekan ini. Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Direktur Utama PES Bambang Irianto, yang juga eks Dirut Pertamina Energy Trading Limited (Petral)

Hari ini KPK memanggil empat orang sebagai saksi. Mereka adalah mantan Head of Finance PES Simson Panjaitan, eks Senior Risk Management and Internal Control PES Rudi Donardi, bekas Chief of Controller PES Nailul Achmar, serta mantan Chief of Operation and Shipping PES Mohamad Iskandar Mirza.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka BI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (5/12).

PES adalah anak perusahaan BUMN Pertamuina. KPK menduga Bambang Irianto menerima suap dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang PES selaku subsidiary company Pertamina. Ia menjadi Vice President Marketing PES pada 6 Mei 2009.

Tugasnya, antara lain, membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Pada 2008, saat Bambang masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina, ia bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Ltd yang merupakan rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES atau PT Pertamina.

Saat menjabat Vice President Marketing PES, Bambang melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina yang dapat diikuti oleh perusahaan migas nasional, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

Kemudian, pada periode 2009 sampai Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah. Bambang diduga membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender.

Sebagai imbalannya Bambang diduga menerima sejumlah uang melalui rekeningn SIAM, perusahaannya. SIAM memiliki kedudukan hukum di British Virgin Island yang dikenal sebagai surga perusahaan cangkang.

KPK menjerat Bambang dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top