Suap Distribusi Gula

KPK Panggil Eks Ketua KPPU Syarkawi Rauf

publicanews - berita politik & hukumDirektur Pemasaran PTPN III‎ I Kadek Kertha Laksana, tersangka dugaan suap distribusi gula. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI M Syarkawi Rauf dipanggil KPK. Syarkawi yang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini sedianya dimintai keterangan untuk berkas penyidikan tersangka Direktur Pemasaran PTPN III‎ I Kadek Kertha Laksana.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IKL," ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi Humas KPK Yuyuk Andriati kepada wartawan, Senin (2/12).

Dalam dakwaan bos PT Fajar Mulia Trasindo Pieko Njotosetiadi, Syarkawi disebut-sebut menerima 190.300 dolar Singapura atau setara Rp 1,9 miliar. Uang itu sebagai imbalan karena Pieko meminta dibuatkan kajian guna menghindari kesan Fajar Mulia melakukan praktik monopoli perdagangan gula melalui sistem long term contract.

Pieko memberikan uang tersebut dalam dua tahap, pertama pada 2 Agustus 2019 di Hotel Santika, Jakarta Selatan, sebesar 50 ribu dolar Singapura. Kedua, pada 29 Agustus 2019, sebanyak 140.300 dolar Singapura.

Selain Syarkawi, hari ini penyidik KPK juga memanggigil Ketua Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) X H Mubin dan Ketua APTRI XI H Edi. Keduanya pernah dipanggil pada Senin (25/11) pekan lalu.

Pieko Nyotosetiadi Juga Menyuap eks Ketua KPPU Rp 1,9 M

Dalam kasus ini, selain Kadek, KPK juga menetapkan tersangka terhadap Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan dan Pieko Nyotosetiadi. Penetapan ketiganya dilakukan KPK menyusul operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada 3 September 2019.

Dolly melalui Kadek diduga menerima suap 345 ribu dolar Singapura dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III. Pieko tidak sendirian, uang suap ia kumpulkan dari perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula.

Pada awal 2019, Fajar Mulia ditunjuk menjadi mitra distibutor gula untuk PTPN III dengan skema kontrak jangka panjang. Di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen, yaitu PTPN III, Pengusaha Gula, dan Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil.

Dalam sebuah pertemuan, Dolly meminta uang pada Pieko terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui Arum Sabil. Dolly kemudian meminta Kadek menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang tersebut.

Pieko lalu memerintahkan orang kepercayaannya Ramlin untuk mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN, anak usaha PTPN III, di Kantor PTPN, Jakarta, pada Senin (2/9). Selanjutnya Corry mengantarkan uang sebesar 345 ribu dolar Singapura kepada Kadek Kertha Laksana di Kantor KPBN. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top