Kasus Mafia Migas

Mantan Manager PES Diperiksa untuk Eks Dirut Petral Bambang Irianto

publicanews - berita politik & hukumMantan Managing Director PES yang juga mantan Dirut Petral Bambang Irianto (kanan) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 5 November 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Manajer Controller Pertamina Energy Service Pte Ltd (PES) Dody Setiawan dipanggil KPK dalam kasus mafia migas. Ia dimintai keterangan untuk mantan Managing Director PES Bambang Irianto, tersangka kasus dugaan permainan dalam perdagangan minyak mentah dan kilang.

Selain Dody, KPK juga memanggil tiga saksi mantan pejabat Pertamina dan anak usahanya. Mereka adalah eks Light Distillate-Operation Officer PES Indrio Purnomo, mantan Claim Officer PES Mardiansyah, bekas Manajer Market Analys Risk Management and Govence ISC Pertamina Khairul Rahmat Tanjung.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BI (Bambang Irianto)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Humas KPK Yuyuk Andriati kepada wartawan, Senin (2/12).

KPK menduga Bambang Irianto menerima suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di PES selaku subsidiary company Pertamina. Ia menjadi Vice President Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugasnya, antara lain, membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Pada 2008, saat Bambang masih bekerja di kantor pusat PT Pertamina, ia bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Ltd yang merupakan rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES atau PT Pertamina.

Ini Cara Bambang Irianto Main Mata dengan Kernel Oil

Saat menjabat Vice President Marketing PES, ia melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina yang dapat diikuti oleh perusahaan migas nasional, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

Kemudian, pada periode 2009 sampai Juni 2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah. Bambang diduga membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender.

Sebagai imbalannya Bambang diduga menerima sejumlah uang melalui rekeningn SIAM, perusahaannya. SIAM memiliki kedudukan hukum di British Virgin Island yang dikenal sebagai surga perusahaan cangkang.

PES adalah anak perusahaan Pertamina Energy Trading Limited (Petral), dimana Bambang Irianto pernah menjadi Dirut di sana.

KPK menjerat Bambang dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top