KPK Sita Rekening Koran Bupati Bengkalis dan Keluarga

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen proyek dan rekening koran Bupati nonaktif Bengkalis Amril Mukminin. Dokumen-dokumen tersebut disita tim penyidik saat menggeledah rumah Amril di Pekanbaru, Riau, pada Rabu (27/11).

Selain itu tim penyidik juga turut menyita rekening koran milik keluarga Amril.

"Dari lokasi ini disita dokumen anggaran dan rekening koran tersangka dan pihak keluarga," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (29/11) malam.

Febri menambahkan, penyidik juga menyisir lokasi lainnya di Pekanbaru, yakni ruko milik pengusaha Dedy Handoko di Jalan Tanjung Datuk, Pekanbaru pada Kamis (28/11). Lalu hari ini giliran rumah Anggota DPRD Bengkalis Akok.

"Penggeledahan masih berlangsung hingga saat ini," katanya.

Kasus ini merupakan pengembangan penyidikan Sekda Dumai M Nasir dan Dirut PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Saat proyek ini bergulir, Nasir merupakan Kadis PUPR Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan pengembangan akhirnya KPK menetapkan tersangka lain, yakni Bupati Amril Mukminin dan Direktur Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan.

KPK menduga Aan bersama Nasir, Hobby Siregar, dan lainnya melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Berdasar perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus korupsi ini ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 105,88 miliar. Aan sendiri diduga diperkaya sekitar Rp 60,5 miliar.

Kasus ini bermula pada 2011, saat Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis menganggarkan Rp 2,5 triliun untuk peningkatan beberapa jalan poros. Dengan anggaran yang besar, dibutuhkan penganggaran dalam APBD dengan skema multiyears atau tahun jamak. Dalam proses penganggaran itulah Aan dan sejumlah pihak berupaya mengurus ke Bupati Bengkalis saat itu Herliyan.

Pada Agustus 2012, untuk kepentingan mendapatkan proyek, Makmur alias Aan dan kawan-kawan memberikan uang Rp 1,3 miliar kepada Herliyan. Lalu pada Oktober 2012, Pemkab Bengkalis dan DPRD menyetujui anggaran multiyears, yang salah satunya untuk proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dengan anggaran Rp 528 miliar.

Meminjam bendera perusahaan Hobby, PT Mawatindo Road Construction, Makmur mengikuti sejumlah pertemuan dengan Bupati dan jajarannya, termasuk Nasir. Herliyan memplot Makmur mendapatkan proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, padahal proses lelang belum dilakukan.

Pada 28 Oktober 2013, kontrak ditandatangani dengan nilai Rp 459,32 miliar.

Bupati Bengalis yang menggantikan Herlian Saleh, yakni Amril Mukminin, diduga menerima Rp 5,6 miliar dari PT Citra Gading Asritama (CGA), penggarap proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning.

Sekda Dumai M Nasir telah divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada 28 Agustus 2019. Sementara Hobby Siregar diganjar 7 tahun 6 bulan dalam sidang di tempat yang sama.

Adapun Aan telah ditahan sejak 1 November 2019, sementara Amril hingga kini belum ditahan KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top