Korupsi Proyek Fiktif

Dirut Waskita Beton Jarot Subana Urung Diperiksa

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama PT Waskita Beton Precas Jarot Subana urung diperiksa KPK. Sedianya ia dimintai keterangan dalam kasus dugaan 14 proyek fiktif subkontraktor yang melibatkan beberapa pegawai PT Waskita Karya.

"Yang bersangkutan mengirimkan surat bahwa ada kegiatan," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/11).

Febri mengatakan, tim penyidik masih akan meminta keterangan Jarot. "Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang namun belum ditentukan waktunya," Febri menambahkan.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Divisi II Waskita Fathor Rachman dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II Waskita Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk empat subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Ke-14 proyek sebenarnya telah dikerjakan oleh subkontraktor lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan tersebut.

Atas pekerjaan fiktif ini, Waskita melakukan pembayaran ganda. Padahal, setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Atas tindak pidana ini, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 186 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top