Suap Distribusi Gula

Pieko Nyotosetiadi Juga Menyuap eks Ketua KPPU Rp 1,9 M

publicanews - berita politik & hukumEks Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf, yang kini Komisaris Utama PTPN VI. (Foto: kppu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Selain menggelontorkan uang kepada petinggi PTPN III, pengusaha gula Pieko Nyotosetiadi juga memberikan uang pada Komisaris Utama PTPN VI Muhammad Syarkawi Rauf. Syarkawi adalah mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

"Untuk menghindari kesan adanya praktik monopoli perdagangan melalui sistem long-term contract (LTC) oleh perusahaan terdakwa, maka terdakwa juga meminta Muhammad Syarkawi Rauf membuat kajian," ujar Jaksa Ali Fikri membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/11)

Pieko menyuap Syarkawi Rauf total 190.300 dolar Singapura atau setara Rp 1,9 miliar lebih. Uang diberikan dalam dua tahap, yaitu pada 2 Agustus 2019 sebesar 50 ribu dolar Singapura, di Hotel Santika, Jakarta Selatan.

Kemudian pada 29 Agustus 2019 sejumlah 140.300 dolar Singapura melalui Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana. Uang diserahkan di ruang kerja Kadek di Gedung Agro Plaza, Jalsn HR Rasuna Said Kav. X2 No.1 Setiabudi Kuningan Jakarta Selatan.

KPK pernah memeriksa Syarkawi sebagai untuk berkas Pieko pada 23 September 2019.

Jaksa mendakwa Pieko didakwa menyuap Dirut PTPN III Dolly Parlagutan Pulungan melalui Kadek sebesar 345 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 3,5 miliar.

Pieko melakukan pembelian gula melalui proses penjualan dengan sistem LTC dari Periode I sampai dengan III. Sistem penjualan itu diminati oleh beberapa perusahaan.

Namun, dari seluruh persyaratan sistem penjualan LTC, hanya perusahaan milik Pieko yang mampu memenuhinya.

Perusahaan lainnya keberatan atas syarat yang ditetapkan oleh PTPN III. Terutama, atas syarat diharuskan membeli gula di PTPN yang sudah ditentukan dan diharuskan membayar uang muka 40 persen.

Jaksa mendakwa Pieko Njotosetiadi melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top