Respon Keluhan Imam Nahrawi, KPK Tegaskan Hak Tahanan Sama

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK tidak menghalangi siapapun menjenguk eks Menpora Imam Nahrawi di tahanan. Kuasa hukumnya dipersilakan mengajukan daftar namanya ke KPK.

Nama-nama tersebut nanti akan diseleksi. Prosedur mengunjungi tahanan KPK ini berlaku sama.

"Kalau keluarga saya kira tidak ada hambatan ya selama ini kecuali ada pihak-pihak yang diperkirakan akan ada konflik kepentingan atau menjadi saksi, begitu itu tentu akan kita pertimbangkan dengan lebih berhati-hati," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di kantornya, Kamis (15/11) malam.

Keluhan sulit menjenguk Imam Nahrawi itu disampaikan oleh pengacaranya Wa Ode Zainab, kemarin. Ia merasa hak-hak tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi itu diabaikan. Selain soal kunjungan keluarga, Wa Ode juga menginginkan Imam bisa melakukan pengobatan di RSPAD.

Menurut Wa Ode, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengeluhkan sakit tulang belakang.

Menanggapi hal tersebut, KPK mempersilakan pengacara mengajukan permohonan. Febri mengatakan, dokter KPK nanti akan mempelajari perlu tidaknya tahanan diberikan izin berobat keluar. Bukan kuasa hukum yang menentukan.

"Kita akan melihat apakah perawatan itu cukup dilakukan dengan dokter yang ada di rutan, misalnya. Namun bila memang perlu untuk dirujuk ke RS, KPK akan memberikan hak tahanan untuk berobat ke RS," Febri menjelaskan.

Jika tahanan berobat keluar, KPK akan mempertimbangkan rumah sakit rujulan yang sudah bekerja sama dengan KPK. "Itu proses yang standar saja, yang pasti KPK tidak akan memberikan previledge atau perlakuan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan saja," ujar Febri.

Untuk itu Febri menegaskan bahwa penentuan di rujuk atau tidak bukan berada di tangan kuasa hukum. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top