KPK Panggil Sekda Indramayu Rinto Waluyo

publicanews - berita politik & hukumBupati Indramayu Supendi (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengagendakan pemanggilan Sekda Indramayu Rinto Waluyo untuk dimintai keterangan dalam kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu, Jawa Barat.

Sedianya Rinto diperiksa untuk berkas penyidikan Bupati nonaktif Indramayu Supendi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka SP (Supendi)," ujar Plh Kepala Biro Humas KPK Chrystelina G. Sitompul saat dikonfirmasi, Jumat (8/11).

Selain Rinto, penyidik KPL juga memanggil sejumlah saksi lainnya. Mereka adalah Kadis PU Tahun 2017- Maret 2018/Dewas PDAM Tirta Darma Ayu, Didi Supriadi, kemudian staf Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jabar A Deni Sumirat. Lalu, CV Putra Widasari Wanto CV Putra Mandiri Sejahtera Haryanto, CV Putra Putra Kenanga Taruna Sakti, dan PT Royal Mekar Gemilang Adriyan Tri Subekti.

Supendi bersama Kepala Dinas PUPR Omarsyah dan Kabid Jalan pada Dinas PUPR Wempy Triyono ditetapkan KPK sebagai tersangka. KPK menduga Bupati Supendi menerima duit Rp 200 juta, Omarsyah Rp 350 juta, dan Wempy Rp 560 juta selama 5 kali pada Agustus dan Oktober 2019.

Uang tersebut dari kontraktor Carsa AS yang mengerjakan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Pemberian kepada Supendi dan pejabat Dinas PUPR diduga bagian dari commitment fee 5-7 persen dari nilai proyek.

CAS diketahui mendapatkan 7 proyek dengan nilai Rp 15 miliar. Ketujuh proyek pembangunan jalan tersebut dikerjakan CV Agung Resik Pratama dan juga pinjam bendera ke perusahaan lain. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top