Minim Pengawasan, Jaksa Agung akan Evaluasi TP4

publicanews - berita politik & hukumJaksa Agung ST Burhanuddin dan pimpinan KPK Laode M Syarif (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin akan mengevaluasi keberadaan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat (TP4) dan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).

"Seperti yang sudah saya sampaikan pada waktu RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan DPR bahwa kami akan mengevaluasi TP4," kata Burhanuddin usai bertemu pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11).

Diketahui KPK tengah menangani kasus Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta yang juga anggota Tim TP4D Eka Safitra dan Jaksa di Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono. Keduanya adalah tersangka kasus dugaan suap lelang proyek pada Dinas PUPKP Kota Yogyakarta TA 2019.

Dalam kasus tersebut Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono diduga menerima suap Rp 200 juta dari Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana. Suap agar perusahaan Gabirella memenangkan lelang proyek rehabilitasi Saluran Air Hujan di Jalan Supomo pada Dinas PUPKP Kota Yogyakarta.

Eka seharusnya mengawasi proyek tersebut, sementara Satriawan merupakan Jaksa yang mengenalkan Gabriella pada Eka Safitra. Atas bantuan Eka, PT Windoro Kandang ‎(WK) yang merupakan perusahaan yang benderanya dipinjam Gabriella memenangkan lelang.

Burhanuddin tidak memungkiri ada sejumlah oknum jaksa yang dijerat lantaran terlibat praktik korupsi. Kejaksaan akan menganalisis dan meminta pendapat para ahli terkait keberadaan TP4 dan TP4D. Tak tertutup kemungkinan dari evaluasi dan analisis tersebut TP4 dan TP4D akan dibubarkan.

"Memang ada kebocoran-kebocoran. Saya akan coba, nanti kita buat analisa. Kami juga akan rapatkan dengan teman-teman," katanya.

Namun ia bisa berkomentar jauh mengenai kelemahan TP4 dan TP4D. Ia berharap masyarakat memberikan waktu untuk melakukan analisa dan evaluasi terkait hal tersebut.

"Kami akan evaluasi dulu. Tolong beri kesempatan saya untuk mengevaluasi dan tentunya kita akan buka," Burhanuddin menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top