300 Tukang Becak Blitar Ogah Divaksin Karena Takut Lumpuh

publicanews - berita politik & hukumPangkalan becak di Kota Blitar, Jatim. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Blitar - Sebanyak 300 pengayuh becak takut saat akan divaksinasi Covid-19 di Kota Blitar, Jawa Timur, setelah tahu ada yang mengalami kelumpuhan pasca divaksin.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar Didik Jumianto membenarkan banyak tukang becak mundur dari kesempatan vaksin di kawasan Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PPP) Kota Blitar pada Rabu (9/6).

"Mayoritas, mereka takut mengikuti vaksin. Kami sudah sosialisasi kalau vaksin ini aman," kata Didik kepada wartawan di kantornya, Kamis (10/6).

Jatah vaksinasi untuk tukang becak sebanyak 300 orang. Akhirnya tim kesehatan menyasar warga dan pekerja toko modern di sekitar kawasan PIPP untuk mengikuti vaksin.

"Akhirnya kami menyasar yang lain, yaitu masyarakat sekitar Kelurahan Sentul dan pegawai toko modern di sekitar PIPP. Dari target 300 orang, hanya dapat 210 orang," ujarnya.

Pengayuh becak Madun mengaku alasan tidak mau divaksin karena mendengar kabar salah satu juru kunci Makam Bung Karno, Nur Rokhim, mengalami kelumpuhan beberapa pekan setelah divaksin, awal dan pertengahan Maret lalu.

"Apalagi pegawai di sini ada yang sebulan lumpuh setelah divaksin. Pak siapa namanya, Pak Nur kalau tidak salah. Dia sudah sebulan lumpuh, sampai sekarang masih lumpuh," Madun menuturkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top