Pelaku Kejahatan Seksual Sekolah SPI Diduga Lebih dari Satu

publicanews - berita politik & hukumKetua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mendatangi Polda Jatim. (Foto: suarajatimpost.com)
PUBLICANEWS, Surabaya - Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait menduga ada pelaku lain dalam kasus kejahatan seksual selain pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia (SPI) JE.

"Bahwa dimungkinkan juga bukan saja terduga JE, tapi ada disinyalir yang perlu diperiksa secara baik, secara personal terlibat juga. Paling tidak terlibat mengetahui," kata Arist kepada wartawan di kantornya, Rabu (9/6). "Belum dipastikan, tapi lebih dari dua orang, tiga orang (pengelola yang terlibat)," ujarnya.

Arist juga mengindikasikan pelaku lain ini ikut melakukan kekerasan fisik terhadap korban, seperti menyiram air dingin saat siswa kelelahan dan tertangkap basah tertidur. "Pengelola (yang melakukan kekerasan fisik), bisa juga guru juga," ia menambahkan.


Rencananya, Arist akan menemui penyidik Polda Jatim untuk memberi informasi tambahan tersebut.

"Jadi ini pesan-pesan dari korban, kasih info tambahan segera mungkin ke depan. Dua alat bukti itu sudah cukup. Dari 14 yang sudah diperiksa, 3 orang pelapor ketemu dengan saya untuk sampaikan kepada publik," ujarnya.

Menurutnya, informasi tambahan itu untuk memperkuat bukti kejahatan pelaku. Ia berharap polisi terus mengusut kasus pencabulan yang tidak hanya dilakukan sekali.

"Siapa saja yang mengetahui atau melihat adanya tindakan hukum wajib melapor, tidak boleh berdiam diri," ia menegaskan.

Komnas PA menyebut ada 16 korban telah diperiksa polisi. Sebanyak 14 orang di antaranya telah menjalani visum, sementara dua saksi kunci kakak beradik asal Blitar menolak divisum. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top