Dua Polisi Jadi Tersangka Aniaya Jurnalis Tempo, Siapa Sosok 'Bapak'?

publicanews - berita politik & hukumKombes Pol Ahmad Yani. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis Fatkhul Khoir menyatakan telah menerima informasi dua polisi jadi tersangka penganiayaan jurnalis Nurhadi dari Majalah Tempo.

"Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat, 7 Mei lalu," ujar Fatkhul Khoir saat dihubungi wartawan, Minggu (9/5).

Menurut Fatkhul, penyidik harus mengembangkan pemeriksaan terhadap tersangka. Berdasarkan keterangan dari saksi dan saksi korban, ia menambahkan, kedua tersangka berkoordinasi melalui telepon dengan seseorang yang dipanggil 'bapak'.

Saat terjadi penganiayaan, saksi korban mengatakan pelaku tidak hanya dua orang. Fatkhul mendesak dikembangkan kasus tersebut agar tidak hanya berhenti pada dua orang anggota Polri yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Gatot Repli Handoko membenarkan telah menetapkan dua tersangka, yaitu Bripka P dan Brigpol MFS.

"Cukup bukti melakukan tindak pidana menghalangi tugas pers, bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang, penganiayaan, pengancaman dengan kekerasan," katanya.

Bripka P disebutkan menghalangi kerja jurnalis dengan menganiaya korban di ruang ganti pakaian Gedung Graha Samudra Bumi Moro, Surabaya. Ia juga membawa korban Nurhadi ke kamar 801 Hotel Arcadia.

"Menyuruh Saudara N menelepon redaktur Majalah Tempo dengan maksud meminta redaktur Majalah Tempo supaya menghapus foto Angin Prayitno Aji," ujarnya.

Sedangkan Brigpol MFS menghalangi rencana wawancara yang dilakukan korban terhadap Angin Prayitno Aji, yang kini tersangka dugaan suap konglalikong pajak. Bahkan MFS melakukan kekerasan terhadap korban, merampas, dan merusak ponsel korban.

"Melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban pada saat di ruang ganti pakaian Gedung GSB, merampas HP dan memaksa password HP untuk dibuka," katanya.

Setelah membaca file dan menghapusnya, ia menyerahkan ponsel kepada Nurhadi.

Bripka P dan Brigpol MFS terancam dijerat Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers subsider Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 KUHP subsider Pasal 335 KUHP.

Jurnalis Nurhadi menjadi korban penganiayaan saat ingin konfirmasi kepada Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji dalam kasus suap yang ditangani KPK.

Saat itu, Angin tengah menikahkan anaknya dengan anak eks Karo Perencanaan Polda Jatim Kombes Achmad Yani. Namun, Nurhadi yang datang pada resespsi pernikahan di Gedung Samudra Bumimoro, Surabaya, Sabtu (27/3) malam, itu malah dianiaya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(3)

Login
  1. Tukang Komen @pemberiKomentar10 Mei 2021 | 13:42:22

    Ya semoga aja polri mau dan bisa mengungkap siapa bapak yg terlalu itu.

  2. Iis_osya @iis_osya09 Mei 2021 | 21:34:52

    Harapannya polisi jg bisa mengungkap tokoh oknum yg meminta 2 polisi yg jd tersangka dong.

    Itu baru penegakan hukum di negeri yg berdaulat dan menjunjung tinggi keadilan.

  3. Anak Gaul @gakasikah09 Mei 2021 | 21:07:39

    Kalau pelakunya lebih dari 2, seret juga yg lain. Biar gak lagi lagi.

Back to Top