Takmir Masjid di Surabaya Menolak Terapkan Prokes

publicanews - berita politik & hukumTakmir Masjid Ibrahim 'menceramahi' Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli usai ditegur langgar prokes. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Surabaya - Seorang takmir Masjid Ibrahim menceramahi Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli karena tidak terima mendapat teguran soal protokol kesehatan. Kejadian ini terekam dalam video di media sosial.

Dalam video itu tampak Kompol Akay menemui pengurus masjid soal tidak adanya prokes usai salat Jumat.

"Pak Kapolsek, mohon maaf ya, mohon maaf ya. Di Surabaya ini beraneka ragam. Sekali-kali tarawih atau jumatan di Masjid Ampel. Awal pandemi sampai sekarang ndak ada yang bicara. Ndak ada itu prokes dan lainnya," kata seorang takmir masjid yang tak diketahui identitasnya dalam video di akun Instagram @info_cegatan_jatim, Sabtu (8/5).

Kapolsek Akay mendatangi masjid yang berlokasi di Jalan Gubeng Klingsingan Nomor 88 itu kemarin. Mendengar 'ceramah' sang takmir, Kompol Akay hanya manggut-manggut.

Takmir masjid itu juga menegaskan masker tak menjamin seseorang aman dari virus. Ia meminta masyarakat tidak khawatir dan terlalu percaya dengan Covid-19. Menurutnya, urusan mati dan hidup sudah diatur oleh Tuhan.

"Kita sebagai orang beriman bertakwa kepada Allah. Ini (masker) gak jaminan. Orang-orang kalau sudah waktunya mati ya maka akan mati. Kalau sudah waktunya meninggal. Mohon maaf Pak Kapolsek," ujarnya.

"Kalau Pak Kapolsek pernah mondok di pesantren mohon maaf ini ajaran tauhid Pak. Ini saya ajarkan dan saya ajarkan ke santri-santri saya. Untuk itu alhamdulillah saya berdoa semoga bangsa Indonesia diberi keselamatan tidak ada kejahatan di muka bumi ini. Toh semuanya diatur oleh Allah di dalam Alqan. Semua diatur oleh negara di dalam UUD 1945," katanya lagi.

Terpisah, Kompol Akay menjelaskan, masjid yang tergolong musala tersebut pertama kali menggelar salat Jumat. Setelah dicek, ternyata mereka tidak menerapkan jaga jarak dan sebagian tak memakai masker.

"Nah saya kan memastikan. Ternyata setelah salat di sana. Wah ini parah. Kok gak ada social distancing. Padahal kan kita masih dalam masa PPKM sampai tanggal 17 nanti," Akay menjelaskan.

Akay mengingatkan dengan cara persuasif bahwa di masa pandemi ini tetap harus menerapkan protokol kesehatan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top