Pengirim Sate Sianida Terancam Hukuman Mati

publicanews - berita politik & hukumPengirim sate sianida Nani Aprilliani Nurjaman (25) (Foto: harianjogja.com)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Pengirim sate sianida Nani Aprilliani Nurjaman (25) terancam hukuman mati setelah polisi menyatakan adanya pembunuhan berencana oleh tersangka. Sate beracun tersebut sengaja dikirim ke alamat yang dituju, meski beruntung salah sasaran.

"Maka dari itu peristiwa ini tersangka dikenakan pasal 340 (KUHP tentang pembunuhan berencana). Untuk ancaman hukumannya seumur hidup atau hukuman mati dan paling lama penjara 20 tahun," kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria dalam gelar kasus di kantornya, Senin (3/5).

Tersangka Nani yang merupakan karyawan salon kecantikan mengaku kepada polisi membeli sianida lewat daring beberapa waktu lalu. Rencananya, Nani berniat mengantarkan sate sianida tersebut ke calon korban menggunakan jasa ojek daring, namun gagal karena alamat yang dituju menolak karena pengirimnya misterius.

"Dari peristiwa ini dapat disimpulkan sudah dirancang beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya, untuk yang pesan KCN (racun sianida) 3 bulan," ujar Burkan.

Nabi sempat mengubah penampilannya ketika menemui driver ojek daring Bandiman, ciri-cirinya tidak bisa diingat si pengantar.

"Kemudian dia menggunakan jaket warna krem saat bertemu ojol, tapi dibuang tersangka dan ini masih kami cari. Terus dia berganti motor dengan temannya, berjilbab padahal dia tidak pernah pakai jilbab. Karena itu ini sudah direncanakan," katanya.

Polisi menduga Nani sudah merencanakan perbuatannya dengan dikuatkan dari kendaraan matik yang digunakan. Saat mengorder secara offline kepada Bandiman, Nani menggunakan motor rekannya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top