Kriminalitas Pamekasan

Pembunuh Bocah Salah Sasaran Menyesal

publicanews - berita politik & hukumArik pembunuh korban salah sasaran bocah 8 tahun di Pamekasan, Jatim, Minggu (7/3). (Foto: Polres Pamekasan)
PUBLICANEWS, Pamekasan - Polisi melakukan reka adegan kasus pembunuhan salah sasaran oleh Arik (20) terhadap ATA (8) di Desa Tatanan, Larangan, Pamekasan, Jatim. Dalam rrekonstruksi kemarin pelaku Arik mengaku bersalah setelah menebas korban dengan sadis menggunakan katana.

"Sebenarnya target tersangka adalah ayah korban namun tersangka dengan sadis menghabisi nyawa korban malam itu," kata Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo kepada wartawan di kantornya, Rabu (7/4).

Arik memiliki dendam pribadi yang sudah memuncak terhadap K (58), ayah ATA. Ia mencoba menemui K di rumahnya pada 7 Maret lalu, namun tidak ada. Arik pun kembali pada malam harinya.

"Saat itu dia membawa samurai (katana) yang dibeli lewat online shop seharga Rp 2,5 juta," ujar AKP Adhi.

Tersangka masuk ke rumah korban menuju sebuah kamar yang ia duga tempat K beristirahat. Arik mendapati seseorang yang sedang tidur berselimut.

"Tersangka langsung menebas samurai ke korbannya. Ternyata, yang tidur adalah anak K. Bukannya berhenti, tersangka justru kalap dan membunuh korban dengan sadis," Adhi menjelaskan.

Arik pun terus mencari K, namun tidak ada satu pun orang di rumah saat itu. Karena gagal, Arik lalu pulang dengan pedang berlumuran darah.

Dalam reka adegan itu, Arik mengaku menyesal menghabisi nyawa anak K. Padahal ia mengetahui salah sasaran. Sebenarnya, ia terpaksa membunuh korban karena korban sangat tersiksa karena luka sabetan.

"Sebenarnya saya tidak tega waktu mengetahui orang yang saya tebas ternyata masih anak-anak," kata Arik kepada polisi. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top