Kriminalitas Jakarta

Bikin Situs Belanja GrabToko, YMP Tilap Rp 17 Miliar

publicanews - berita politik & hukumDirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi. (Foto: Divhumas Polri)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bareskrim Polri menangkap pelaku penipuan online dan pencucian uang YMP (33) di kawasan Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (9/1) malam. YMP ada menjerat calon korbannya dengan membuat situs belanja daring GrabToko.com.

"Pelaku meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat website belanja daring. Website ini juga diketahui menggunakan hosting di luar negeri," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi dalam gelar kasus virtual di kantornya, Selasa (5/12).

Polisi menyita 4 unit ponsel, 1 unit laptop, 2 buah Simcard, 1 KTP, dan 4 buku cek dari bank BRI, BCA dan Mandiri. Slamet menjelaskan, YMP menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga sangat murah.

"Hal ini mengundang minat banyak orang yang akhirnya berbelanja namun barang tidak kunjung dikirimkan," ujarnya.

Ada 980 konsumen yang memesan barang elektronik dari situs GrabToko, namun hanya 9 orang yang menerima pesanannya. YMP membeli kesembilan barang itu di ITC dengan harga normal.

YMP menyewa kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan mempekerjakan 6 costumer service. Mereka bertugas meminta tambahan waktu pengiriman barang jika ada konsumen mengeluhkan pesanannya tidak kunjung datang.

"Enam karyawan pelaku bekerja dengan dibekali laptop, yang ternyata didapatkan dengan cara menyewa dari orang lain," kata Slamet.

Penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri dibantu oleh beberapa bank untuk melacak transaksi pelaku dan konsumen. Menurut Slamet, total konsumen dan pemasang iklan sekitar Rp 17 miliar.

Polisi menduga YMP menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk _crypto currency_. Kasus ini akan ditangani melalui berkas terpisah. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top