Solo

Polisi Bubarkan Massa Penolak Rizieq di 'Kota Jokowi'

publicanews - berita politik & hukumKapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak meminta orator aksi menolak Rizieq Syihab membubarkan diri, Sabtu (21/11). (Foto: solopos.com)
PUBLICANEWS, Solo - Polisi membubarkan massa yang menggelar aksi menolak Rizieq Syihab di bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/11). Massa sekitar 500 orang membangun panggung kecil di tengah jalan 'kota Jokowi' itu.

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, alasan pembubaran untuk mencegah penularan Covid-19. "Terpantau massa membawa poster bertuliskan penolakan terhadap HRS," ujar Ade kepada wartawan.

Ade terjun langsung ke lapangan dan mendatangkan mobil Satuan Binmas guna mengurai massa. Ia memaksa orator Kusumo Putro turun dari panggung.

"Saya minta agar segera membubarkan diri. Aksi ini tidak mengantongi izin dari kepolisian," kata Kapolres kepada orator aksi Kusumo.

Polisi menggiring massa dari Aliansi Warga Kota Solo itu ke tepi jalan sekitar pukul 15.10 WIB. Ade mengingatkan Solo masih berstatus zona merah. Ia tidak pandang bulu membubarkan kerumunan.

"Kami bubarkan karena kegiatan seperti ini rentan terhadap penularan virus Covid-19," Ade menegaskan.

Selain alasan berkerumun, Ade mengatakan aksi tersebut juga tidak mengantongi izin dari polisi. Oleh karena itu ia berencana memanggil penyelenggara kegiatan.

"Nanti kami panggil untuk dimintai klarifikasi," ujarnya.

Dalam aksi itu, Kusumo menegaskan aksi mereka menolak Imam Besar FPI itu bukanlah sebagai bentuk melawan ulama. "Kami menolak Rizieq secara pribadi. Kami bukan membenci ulama, bukan kami tidak mencintai habaib. Kami menolak revolusi," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah21 November 2020 | 22:05:33

    Ojo cari gara gara.... bubar bubar bubar...

Back to Top