Kang Emil Minta Maaf Izinkan Kerumunan di Megamendung

publicanews - berita politik & hukumGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat diperiksa di Bareskrim, Jumat (20/11). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta maaf kepada masyarakat atas kerumunan dalam kegiatan keagamaan Rizieq Syihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Jika ada peristiwa di Jawa Barat yang kurang berkenan saya tentunya minta maaf. Permohannan maaf atas kekurangan dan tentunya akan kita sempurnakan," kata Ridwan Kamil seusai memberi keterangan pada penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/11).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku dimintai klarifikasi sekitar 7 jam dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah sekaligus Ketua Komite Penanggulangan Covid-19.

"Saya sangat meyakini semua urusan, semua dinamika yang ada di Jawa Barat adalah tanggung jawab saya sebagai gubernur. Tentulah apa yang terjadi, positif-negatif, kelebihan-kekurangan menjadi tanggung jawab saya," ujarnya.

Menurutnya, selama 10 bulan ini ia mengurusi pandemi, menghadapi banyak dinamika di masyarakat. Kang Emil mengimbau kepada masyarakat dan pimpinan semua golongan untuk selalu menjaga lisannya dengan kata-kata yang sejuk di tengah pandemi Covid-19.

Ia juga mengingatkan kepada elemen masyarakat, termasuk elit politik, untuk bertutur kata dengan bijak dan menjaga protokol kesehatan.

"Kata-katanya yang sejuk, bukan yang bikin ngamuk. Tindakannya yang inspiratif, bukan yang bikin provokatif," katanya.

Kang Emil mengakui banyak pelanggaran protokol kesehatan saat demo hingga rangkaian kegiatan pilkada. Pemprov Jabar juga mengizinkan masyarakat melakukan kegiatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Maulidan boleh, asal AKB maksimal 50 orang, sisanya pakai HP (daring). Pernikahan juga boleh, tapi maksimal berapa orang. Boleh mengadakan kegiatan tapi jangan pakai pola yang lama," ujarnya.

Ia mencontohkan kerumunan acara Rizieq di Megamendung, Bogor, yang merupakan pola lama dengan dihadiri ribuan orang. Akibatnya ada yang terkena Covid-19.

"Jadi ada lima orang di Megamendung positif dan 2 Kapolda bergeser," Kang Emil menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top