Jawa Tengah

Gubernur Ganjar Ancam Pelanggar Prokes Masuk Bui

publicanews - berita politik & hukumGubernur Ganjar Pranowo memimpin Apel Operasi Gabungan Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19 di Balaikota Semarang, Rabu (16/9). (Foto: Humas Pemprov Jateng)
PUBLICANEWS, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengancam sanksi lebih tegas dengan memasukkan pelanggar protokol kesehatan (prokes) ke bui.

"Kalau itu (prokes) tidak terlaksana dengan baik, bukan tidak mungkin kita menerapkan sanksi yang lebih tegas," kata Ganjar kepada wartawan di kantornya, Semarang, Rabu (16/9).

Ia menjelaskan sanksi tegas tersebut sudah diatur dalam Perda Tahun 2013 tentang pencegahan dan penaggulangan penyakit menular.

"Dan saya terjemahkan dalam Pergub sehingga Covid ini bisa masuk. Itu sanksinya cukup berat, yakni dipenjara selama 6 bulan dan bisa didenda Rp 50 juta," ujarnya.

Meski begitu, ia berharap tidak ada warganya yang melanggar aturan pemerintah.

Aturan tegas ini untuk menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang meminta 8 provinsi, salah satunya Jawa Tengah, menurunkan angka kasus Covid-19 dalam dua pekan.

Jateng memberlakukan operasi yustisi protokol kesehatan lebih ketat hingga tigkat RT, terutama di zona merah. Ganjar menjelaskan, masing-masing pemda mengantongi data untuk mikrozonasi.

"Kalau ada yang merah sampai merah tua, kita perhatikan. Kami minta kepada RT, RW, Lurah dibantu dari Babinsa dan Babinkamtibmas, maka ini pendekatan mikrozonasinya," politikus PDIP itu menjelaskan.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id tercatat 518 kasus positif di Kota Semarang, 5.942 kasus dinyatakan sembuh, dan 711 orang meninggal. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top