Empat Warga Ambon Jadi Tersangka Keributan dengan Ormas di Bekasi

publicanews - berita politik & hukumBentrokan warga Ambon dan Ormas di Bekasi, Jumat (31/7) malam. (Foto: Inetagram/bekasi.terkini)
PUBLICANEWS, Bekasi - Video keributan antarkelompok warga di Bekasi, Jawa Barat, diunggah akun Instagram bekasi.terkini. Sekelompok orang membawa senjata tajam seperti celurit berlarian menyerang. Dari arah lawan terdengar beberapa kali bunyi letusan senjata api. Para penyerang tersebut kemudian balik mundur dan dikejar kelompok lain.

"Terjadi keributan antara kedua belah pihak di Jati Warna, Bekasi. Belum diketahui secara pasti penyebab bentrokan tersebut," begitu narasi dalam video 21 detik yang menegangkan itu, Sabtu (1/8).

Video yang diunggah sekitar 7 jam lalu itu telah mendapat hampir 500 komentar warganet. Sebagian besar mempertanyakan kejadian tersebut.

"Ambon vs warga di Rawabacang yg semlm nih ya. Ana aa nih video cerita awal mulanya knp ribut," pemilik akun alvin_z_s menulis.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heri Purnomo yang dihubungi wartawan Sabtu siang membenarkan keributan di sekitar Jalan Hankam, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat malam kemarin.

Keributan terjadi antara warga Ambon dan kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bekasi, sekitar pukul 21.00 WIB.

Heru menjelaskan, kejadian berawal ketika sejumlah warga Ambon sedang merayakan ulang tahun. Beberapa sepeda motor diparkir di tepi jalan. Kemudian ada warga setempat hendak memarkir mobil.

"Karena jalannya sempit, kan di belakangnya ada (sepeda motor) warga Ambon itu, ada yang kesenggol motornya (warga Ambon), sedikit," ujar Heri siang ini.

Sejumlah warga Ambon tidak terima motornya terserempet dan terjadi pemukulan terhadap pengendara mobil. Kegaduhan tak terhindarkan dengan datangnya banyak warga dari suatu ormas di daerah Bekasi.

Menurut Heri, personel Polsek Pondok Gede dan Polres Metro Bekasi Kota meluncur ke lokasi tak lama setelah kejadian sehingga bentrokan bisa dihindarkan. "Enggak sempat ada bentrokan, enggak terlalu (serius)," katanya.

Dalam peristiwa tersebut polisi mengamankan 11 warga Ambon. Empat orang kemudian dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan. Saat ini, mereka ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah03 Agustus 2020 | 13:53:33

    Kacau nih orang orang. Bikin ruauh aja.

Back to Top