Surabaya

Mahasiswa Unair Terancam DO Kena Aksi Pocong Fetish

publicanews - berita politik & hukumHeboh fetish mahasiswa Unair Surabaya. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Surabaya - Linimasa Twitter tiga hari ini trending istilah fetish. Diksi fetisisme adalah dorongan seksual terhadap bagian tubuh atau benda mati. Heboh soal birahi itu menyusul cuitan mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya.

Ia mengeluhkan diperintah seniornya bernama Gilang untuk membungkus diri dengan kain batik, mirip pocong. Ia baru sadar dalih untuk penelitian ternyata eksploitasi seks.

Jumat (31/7) siang ini, tagar #Gilang mencapai 15 ribu cuitan. Kemarin tagar #Gilang tembus 140 ribu komentar. Trending topic fantasi seks aneh ini muncul dengan tagar, antara lain #Unair dan #Pocong yang mendapat belasan ribu cuitan warganet.

Gilang Aprilian Nugraha Pratama tercatat sebagai mahasiswa semester 10 Ilmu Budaya Unair. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unair Adnan Guntur mengatakan, Gilang pernah mengalami peristiwa traumatis, yaitu diarak dalam keadaan bugil.

"Tahun 2018 atau 2017, yang bersangkutan itu diarak sama warga, membawa papan bertuliskan 'saya tidak akan melakukannya lagi'," kata Adnan. Namun, ia tidak bersedia menjelaskan di mana dan dalam kasus apa sehingga Gilang harus diarak telanjang keliling kampung.

Adnan mengakui BEM FIB Unair mendapat keluhan beberapa mahasiswa kemudian menegur Gilang. Namun, Adnan menambahkan, Gilang tidak bisa menyetop perilaku anehnya tersebut.

Menurut Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Arif Ryzki Wicaksana, polisi telah memulai penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan ke Unair. Meski disinyalir korban lebih dari satu orang tetapi hingga saat ini tidak ada laporan ke kepolisian. "Masih kami dalami, karena memang sudah viral," ujanya, kemarin.

Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo mengatakan masih melacak keberadaan Gilang. Ia menegaskan, kampus tak segan memecat mahasiswa senior itu jika terbukti melakukan pelecehan seksual.

Heboh eksploitasi seks yang dilakukan Gilang yaitu dengan meminta seluruh tubuh korban dibungkus dengan kain kebaya atau jarik. Sebelumnya, tubuh korban harus dililit menggunakan lakban, mulai dari kaki, tangan, mata, dan mulut. Setelah itu korban diminta bergerak-gerak.

Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Primaya Hospital Bekasi Barat Alvina menyebutnya sebagai fetish atau fetidisme, yaitu penggunaan objek yang tidak hidup sebagai metode untuk membuat seseorang terangsang secara seksual. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. cin94 @cin9404 Agustus 2020 | 21:57:16

    semoga cepat sembuh

  2. Anak Gaul @gakasikah01 Agustus 2020 | 07:22:13

    Kenapa oh kenapa? Macem macem aja.

Back to Top