Keluarga di Kolaka Nekat Buka Jenazah PDP Covid-19

publicanews - berita politik & hukumKeluarga korban PDP Covid-19 yang ingin melihat jenazah di Kabupaten Kolaka, Sultra, Selasa (24/3). (Foto: Twitter/@sulaimanthahir_)
PUBLICANEWS, Kolaka - Warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Teggara, mendadak geger setelah melihat video sebuah keluarga nekat membuka jenazah perempuan diduga pasien Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sultra dr Rabiul Awal menyayangkan sikap keluarga yang tidak mematuhi prosedur yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Memang dia dirawat di Rumah Sakit dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Jadi ya untuk kewaspadaan rumah sakit melaksanakan tugasnya dengan memasukkannya ke PDP," kata Rabiul kepada wartawan, Rabu (25/3).

Menurutnya, situasi seperti itu terjadi karena kurangnya pemahaman dan kepatuhan akan standar pengamanan jenazah suspect Corona, meski belum ada hasil laboratorium.

Ia menjelaskan, setelah jenazah dibungkus plastik kedap di rumah sakit, seharusnya pihak keluarga tidak boleh lagi mendekati, apalagi untuk membuka jenazah.

"Perlakuan kepada jenazah itu dengan standar Covid-19, yang memandikan pun harus memakai APD, dilakukan oleh tenaga medis langsung," ujar Rabiul.

Pihak rumah sakit tidak melarang keluarga korban untuk mengambil jenazah karena masih berstatus PDP. Keluarga korban juga mengklaim korban tidak terpapar Corona.

"Keluarga enggak mau dikatakan PDP, enggak mau dikatakan Corona bersikeras seperti itu," Rabiul menambahkan.

Rabiul mengatakan, saat ini petugas telah men-tracing anggota keluarga korban yang sempat melakukan kontak. Mereka otomatis masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan wajib mengisolasi diri di rumah.

"Di sana Kolaka itu ya sedang dilakukan langkah sesuai dengan dia pantau kalau seandainya. Kalau dia positif kita sudah punya data siapa yang kontak dengan dia," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top