Medan

Pimpinan Ponpes Al Hidayah Meralat Sikap, Jadi Menolak WNI eks ISIS

publicanews - berita politik & hukumKepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (tengah) meresmikan masjid dan ruang belajar di Pondok Pesantren Al-Hidayah yang dipimpin Khairul Ghazali (kanan) pada 24 Februari 2017. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Medan - Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Ustad Khairul Ghazali menarik sikap, dari semula menerima WNI eks ISIS menjadi menolak.

"Saya ingin menegaskan mencabut balik pernyataan sikap saya, dan mendukung sepenuhnya keputusan politik pemerintah yang tidak akan memulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia," ujar eks napi terorisme itu dalam rilisnya, Jumat (14/2).

Ia kemudian mengecam ISIS sebagai organisasi barbar sehingga tidak layak hidup dan berada di bumi manapun di dunia ini.

"Kekejamannya yang luar biasa dan fenomenal membuat organisasi haram tersebut wajib ditolak, dihancurkan dan ditenggelamkan ke dasar bumi sehingga tidak pernah tersebut lagi namanya,” katanya.

Sebelumnya, Khairul menyatakan kecewa karena pemerintah memutuskan menolak pemulangan kombatan ISIS asal Indonesia.

"Keputusan tersebut, berarti pemerintah menabrak konstitusinya sendiri dan keputusan PBB yang mewajibkan seluruh negara menjaga keamanan regional dan global," kata Khairul, Rabu kemarin.

Saat itu ia menuding pemerintah Indonesia takut dan panik hanya menghadapi segelintir WNI yang belum tentu semuanya teroris lintas batas. "Faktanya sebagian besar adalah wanita dan anak-anak serta simpatisan yang merupakan korban," ia menjelaskan.

Khairul pernah mendekam di penjara karena menjadi anggota teroris. Ia merampok Bank CIMB Niaga Kota Medan dan menyerang Polsek Hamparan Perak. Pada September 2010 ia ditangkap Densus 88.

Setelah menjalani masa hukuman, ia mendirikan Pesantren Al Hidayah di Deliserdang, Sumatera Utara. Salah satu program pesantrennya adalah pelajaran deradikalisasi. Itu sebabnya, ia sempat sesumbar bersedia menerima kombatan ISIS dan memberikan penyadaran. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top