Bupati Ciamis Ancam Tuntut Hukum Sejarahwan Betawi Ridwan Saidi

publicanews - berita politik & hukumRidwan Saidi dalam channel YouTube Macan Idealis. (Foto: YouTube)
PUBLICANEWS, Ciamis - Warga Ciamis, Jawa Barat, turun ke alun-alun kuntuk menuntut permintaan maaf sejahrawan Ridwan Saidi. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya ikut hadir dan membubuhkan tandatangan di atas surat tuntutan.

"Kita tuntut secara hukum. Setuju ya semuanya," ujar Herdiat, Jumat (14/2).

Warga Ciamis memprotes pernyataan Ridwan Saidi yang menyebutkan tidak ada Kerajaan Galuh di Ciamis. Bahkan, Ridwan mengartikan Galuh sebagai brutal. Pernyataan sejarahwan Betawi itu bisa diakses lewat channel YouTube Macan Idealis berdurasi 12 menit 32 detik.

Menurut Herdiat, Kerajaan Galuh pernah ada bahkan ia berusaha agar kembali membangkitkan semangat Galuh yang memberikan masa kejayaan dan keemasan bagi warga Tatar Galuh.

"Kita tidak ujug-ujug ada Galuh, kita hasil penelitian, pengkajian, para ahli, para profesor yang menelitinya juga. Dan barang bukti peninggalan kerajaan Galuh ada bukti secara autentik," ujar Herdiat dalam orasinya.

Budayawan Ciamis Aip Syaripudin mengatakan, massa akan terus bergerak. "Karena ini bukan masalah sepele tapi serius, mengangkut harga diri. Beliau harus minta maaf ke masyarakat Tatar Galuh," ujarnya.

Tuntutan kepada Ridwan Saidi sudah disampaikan berdasar pertemuan 200 orang yang terdiri akademisi, budayawan, kabuyutan, tokoh masyarakat, dan Pemda Ciamis di Universitas Galuh, Ciamis, Kamis kemarin. Salah satu tuntutannya yaitu memberi Ridwan tenggat 2 x 24 jam untuk membuktikan seluruh omongannya di YouTube. Bila tidak ada tanggapan, maka warga Ciamis segera mengadukan persoalan ke pihak berwajib. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top