Tidak Ada Rekomendasi TACB, PDIP Minta Formula E di Ancol

publicanews - berita politik & hukumRute Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. (Foto: dok surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendatangi Kantor Sekretariat Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2). Politikus PDIP itu ingin mengkonfirmasi surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Prasetyo membawa selembar surat Anies kepada Mensesneg yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno. Surat bernomor 61/-1.857.23 itu menyebutkan gelaran Formula E sudah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta.

Ia mengatakan, Sekretaris Mensesneg Setya Utama membenarkan surat dari Anies itu. Namun, Setya juga tidak mengetahui bila rekomendasi TACB dalam surat tersebut tidak pernah ada.

"Saya sebagai pimpinan daerah, DPRD, saya kecewa dan ini adalah pembohongan publik," kata Prasetyo.

Menurut Prasetyto, dengan tidak adanya rekomendasi dari TACB, ia mengusulkan balapan mobil listrik itu dialihkan ke Ancol. "Kita punya tempat sendiri yang aman. Coba balapan di Ancol. Diperbaiki sama saja kok, masih ada waktu," ujar mantan Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot dalam Pilkada Jakarta 2017 itu.

Terpisah, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta menjelaskan tidak pernah melibatkan TACB dalam penyelenggaraan Formula E di Kawasan Monas.

Kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana mengatakan, yang berwenang memberikan rekomendasi adalah Tim Sidang Pemugaran (TSP). Ia menyebutkan kawasan cagar budaya bila ingin dipugar, dikembangkan, dan digunakan hanya perlu mendapat catatan keahlian TSP bukan TACB.

Ketika ditanyakan pencantuman nama TACB dalam surat Anies, Iwan mengatakan hal itu tidak keliru karena rekomendasi berasal dari Dinas Kebudayaan.

TACB DKI Jakarta telah membantah klaim Anies Baswedan adanya rekomendasi penyelenggaraan balap mobil Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya DKI Danang Priatmojo mengatakan Ketua TACB DKI Mundardjito baru diundang ke Balai Kota pada Jumat pekan lalu. Dalam kesempatan itu, TACB menyatakan Monas tidak layak dijadikan sirkuit Formula E, karena selain lokasi kawasan cagar budaya juga berada tepat di depan Istana Negara.

"Jadi balapan tidak kompatibel di sana. Tidak menghormati simbol negara dan tidak menjaga kewibawaan negara. Apalagi balapan itu juga tidak membawa kewibawaan negara." ia menegaskan.

Diketahui Pemprov DKI Jakarta menjadi penyelenggara ajang Formula E pada 6 Juni 2020. Balapan mobil listrik ini menelan biaya Rp 1,3 triliun. Sekretariat Negara telah memberi rekomendasi pemanfaatan Monas sebagai ajang balapan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top