Rektor Ibnu Chaldun Sebut Demo Anies Pengalihan Isu OTT KPK

publicanews - berita politik & hukumGubernur Anies Baswedan (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Musni Umar mengatakan aksi massa menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanyalah pengalihan isu. Isu tersebut, katanya, soal Jiwasraya, Asabri, dan OTT Komisioner KPK Wahyu Setiawan yang menyeret PDIP.

"Demo banjir utk menuntut pertanggungjawaban Anies hanya demo bayaran pengalihan perhatian dr korupsi Jiwasraya, Asabri dan suap di KPU yg diduga libatkan partai penguasa," cuit pakar Sosiologi itu lewat akun Twitternya, Selasa (14/1).

Musni Umar kemudian memberikan apresiasi terhadap Ketua Bang Japar Fahira Idris yang menyatakan akan mengawal Anies Baswedan sekaligus melakukan aksi tandingan. Ia menyebut aksi yang hendak melengserkan Anies hanyalah pendemo bayaran.

"Siang ini pr pembenci Anies ggl kerahkan mss dlm jumlah ribuan aplg jutaan org utk menuntut Anies mundur gegara banjir. Kalau tuntut Anies mundur, mrk jg hrs demo tuntut Gub. Jabar, Banten, Jateng, Jatim, Sulsel dll mundur krn daerah mrk juga alami banjir dan lbh parah," tulis Musni Umar.

Sementara lokasi aksi dua massa di seputar Jalan Merdeka Selatan, dipisahkan oleh personel gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakpus. Penunut Aies mundur mengenakan pakaian serba hitam. Mereka melakukan orasi di pintu masuk Monas, sebelah patung kuda Arjuna Wiwaha.

Kubu pendukung Anies, yaitu Barisan Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) berkumpul di sekitar Balai Kota, Jakarta Pusat (Jakpus) dan di sekitar Gedung DPRD DKI dan Kantor Lemhannas. Mereka membentang sepanduk, salah satunya berbunyi: Pejah gesang derek Anies Baswedan (Hidup mati ikut Anies Baswedan). (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top