Kasus Pembantaian Satu Keluarga di Banyumas Jalani Persidangan

publicanews - berita politik & hukumDua terdakwa pembunuhan satu keluarga di Banyumas menjalani persidangan, Selasa (14/1). Foto: suaramerdeka.com)
PUBLICANEWS, Banyumas - Kasus pembunuhan satu keluarga yang menggegerkan warga Banyumas pada Agustus 2019 masuk proses persidangan.

Empat terdakwa yakni Saminah alias Minah (53) dan ketiga anaknya Sania Roulitas (37) alias Sania, Irvan Firmansyah alias Irvan (32), dan Achmad Saputra alias Putra (27) hadir di Pengadilan Negeri Banyumas.

"Sidang perdana ini dengan agenda pembacaan dakwaan terdakwa," kata Panitera Muda Pidana Nurul Bastil kepada wartawan di PN Banyumas, Selasa (14/1).

Sidang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ruang sidang dijaga ketat 20 polisi bersenjata lengkap.

Para terdakwa hanya tertunduk saat turun dari mobil tahanan sambil berusaha menutupi wajah. Mereka dikawal ketat masuk ke ruang sidang.

Hakim Ketua Ardhianti Prihastuti memimpin sidang yang didampingi Hakim Anggota Tri Wahyudi dan Randi Jastian Afandi.

Sidang dibagi dalam tiga berkas perkara. Berkas perkara pertama dengan terdakwa Irvan dan Putra. Sementara berkas perkara kedua dengan terdakwa Minah.

"Kemudian berkas perkara ketiga dengan terdakwa Sania," ujarnya.

Diketahui kasus ini berawal dari penemuan empat kerangka manusia di kebun belakang rumah Misem, warga Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kabupaten Banyumas, 24 Agustus 2019.

Empat kerangka itu adalah Supratno alias Ratno (51), Sugiono alias Yono (46), Heri Sutiawan alias Heri (41). Mereka adalah anak Misem.

Sementara satu kerangka lagi atas nama Vivin Dwi Loveana alias Vivin (22), anak dari Ratno.

Mereka yang tinggal serumah dengan Misem itu dibunuh oleh anak kedua Misem, Minah yang dibantu ketiga anaknya. Para tersangka tinggal bersebelahan dengan rumah Misem.

Mereka membunuh pada 9 Oktober 2014 dengan motif rebutan harta warisan. Saat itu jasadnya tak pernah ditemukan hingga Agustus 2019. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top