Polda Metro Jaya Bantah Mutasi Kasat Reskrim Polres Jaksel karena Kasus Pemerasan

publicanews - berita politik & hukumKasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya. (Foto: tribratanews.polri.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya tersandung dugaan pemerasan Rp 1 miliar terhadap pelapornya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan AKBP Andi bukanlah dicopot dari jabatan melainkan dipindahtugaskan.

"Andi ini adalah orang yang punya pendidikan yang bagus, sehingga dibutuhkan oleh institusi kita untuk dijadikan tenaga pendidik, ini pertimbangan institusi," kata Yusri kepada wartawan di kantornya, Selasa (14/1).

Berdasarkan Surat Telegram ST/13/I/KEP/2020 tertanggal 8 Januari 2020, AKBP Andi dimutasi sebagai Koorgadik Sekolah Polisi Negera (SPN) Polda Metro Jaya.

Menurut Yusri rotasi yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap perwira menengah (pamen) adalah hal biasa. Soal isu pemerasan itu, Polda tetap melakukan investigasi.

"Ini bukan dicopot, kalau dicopot itu tidak ada jabatan karena bermasalah, nanti diperiksa, kalau mutasi itu penyegaran," ujarnya.

Eks Kabid Humas Polda Jabar itu membenarkan Propam Polda Metri Jaya tengah melakukan pemeriksaan terhadap Andi.

"Iya benar, yang bersangkutan diperiksa propam, itu untuk mengkonfirmasi isu tersebut, bukan karena adanya laporan," Yusri menuturkan.

Isu pemerasan itu berawal sebuah rilis Ketua Presidium IPW Neta S Pane yang mengaku didatangi seseorang yang diminta uang Rp 1 miliar oleh anggota Polres Metro Jakarta Selatan.

Neta menyinggung nama Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya yang diduga dicopot dari jabatannya berdasarkan surat telegram polisi. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top