Pos Kota Digugat Pailit Karena Tak Bayar Pesangon

publicanews - berita politik & hukumKantor Pos Kota di Jakarta (Foto: Poskota
PUBLICANEWS, Jakarta - Empat mantan wartawan harian Pos Kota menjalani sidang gugatan pailit di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin, (2/12). Mereka menggugat eks medianya karena tidak mencairkan pesangon sebesar Rp 862.641.278.

Boyamin Saiman didampingi Rizky Dwi Cahyo Putra yang bertindak sebagai kuasa hukum mengatakan, upaya mediasi sudah dilakukan pada 2018 tetapi gagal membuat kesepakatan atas waktu pembayaran pesangon dan pensiun.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Endah Detty Pertiwi dan anggota Desbenneri Sinaga dan Robert. Sidang mendengarkan dua saksi yang diajukan pemohon. Sebelumnya, pihak pemohon membacakan gugatan pailit dan jawaban dari pihak termohon.

Sebagai pihak termohon yaitu PT Media Antarkota Jaya. Termohon adalah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan Pos Kota dan media elektronik, mereka diwakili kuasa hukumnya Joviardi Wahyu dari Nindyo & Associates.

Permohonan gugatan pailit atas perkara Nomor 54/Pdt.Sus-Pailit/2019/PN Niaga Jakpus itu diajukan oleh keempat pensiuan wartawan yang sudah bekerja 26 hingga 31 tahun kepada perusahaan media yang sudah berdiri sejak April 1970 itu.

Keempatnya yaitu Sugeng Indarto, masa kerja 31 tahun, terhitung sejak 2 Januari 1986 sampai dengan 10 Mei 2017. Gaji terakhir dengan jabatan redaktur sebesar Rp 6.813.500.

Warto Nur Alam, masa kerja 29 tahun, sejak 2 Januari 1989 sampai dengan 30 April 2018. Gaji terakhir sebagai wartawan Rp 4.542.000.

Syamsir Bastian, masa kerja 28 tahun, terhitung sejak 1 Oktober 1990 sampai dengan 30 April 2018. Gaji terakhir sebagai Redaktur Poskotanews.com sebesar Rp 6.572.500.

Abdul Haris Irawan, masa kerja 26 tahun, terhitung sejak 1 April 1992 hingga 30 April 2018, dengan gaji terakhir sebagai wartawan sebesar Rp 4.850.405. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top